Kita kadang mungkin sudah tahu, nih usaha apa yang bisa kita coba lakukan sebagai solusi atas permasalahan yang sedang kita hadapi. Tapi…kita pikir,”ah, bisa coba nanti aja.” Hingga tidak terasa waktu pun terus bergulir dan akhirnya masih begini-begini saja :)
Kita cuma bisa berdoa sekencang-kencangnya, berusaha sekuat tenaga, lalu sisanya biarlah menjadi urusan Allah SWT. Bagaimana pun hasil akhirnya, setelah semua usaha dan doa maka mungkin memang itulah yang terbaik. Semangat, ya :)
Jangan hanya karena itu bukan kamu.
Terlalu pusing mikirin pandangan orang ke kita, menimbang perasaan orang lain agar tidak terluka tapi lupa menjaga perasaan sendiri dan memprioritaskan diri sendiri dulu.
Padahal kesempurnaan hanya milik Tuhan, tapi kok bisa ada yang sebegitu jumawanya merasa tiada celah 🙂
Belajar membiasakan mengukur kemampuan diri.
Ketakutan berlebihan terhadap sesuatu itu justru bikin kita gak gerak kemana-mana. Sudah berkali-kali ketakutan berlebihan tidak terbukti selain hanya ada didalam pikiranmu sendiri.
Dulu aku kerap mempertanyakan bagaimana doa bisa bekerja jika takdir sudah termaktub? Sampai akhirnya aku paham bagaimana konsep dari takdir itu sendiri dan bagaimana kekuatan sebuah doa dapat mengubahnya. Maka, berdoalah.
Aku teringat dengan sebuah tulisan yang pernah kubaca “tangan yang menengadah ke langit tidak akan kembali dalam keadaan hampa”. Artinya, semua yang telah dipanjatkan pasti selalu punya jawaban. Maka, berdoalah.
Berdoalah dan meminta kepada-Nya untuk segala hal apapun yang nampaknya mustahil. Sebab Dia dapat mengubah sebuah kemustahilan menjadi keniscayaan. Maka, berdoalah.
(via yeaymee)
Kalau semua hanya perkara UNTUNG-RUGI, lantas dimana letak IKHLAS?